APA YANG TERJADI ANTARA CHINA DAN TIBET?

Sengketa di wilayah otonomi Tibet telah berlangsung selama beberapa dekade. Para pengamat internasional mencatat telah berulang kali terjadi pelanggaran hak asasi manusia di Tibet dan China. Sementara China membantah semua tuduhan itu, dengan mengatakan bahwa mereka selalu melindungi pribumi Tibet. Siapa yang benar dalam situasi ini?
Media Barat telah berulang kali mengangkat isu pelanggaran hak-hak adat masyarakat Tibet, dan belum lama ini, pemerintah China memprotes pemberitaan itu dengan mengatakan bahwa kantor berita Barat mempublikasikan informasi yang tidak benar. Menurut Wakil Ketua Pemerintah Otonomi Tibet, Jiarui Losandan, banyak media Barat hanya mendistorsi informasi mengenai situasi di wilayah Tibet.

Tibet. Foto : silkroadguide.com 

Kerugian Amerika Bila Menyerang Indonesia

AS tidak akan menyerang Indonesia, Pentagon membayangkan jika AS terpaksa harus menyerang Indonesia, berapa kerugian yang harus dipikul pihak AS dan berapa keuntungan pihak Indonesia dari kehadiran tentara AS di Indonesia.
Begitu memasuki perairan daratan Indonesia mereka akan di hadang pihak bea cukai karena membawa masuk senjata api dan senjata tajam serta peralatan perang tanpa surat izin dari pemerintah Indonesia. Ini berarti pihak AS harus menyediakan "uang damai" coba hitung berapa besarnya keuntungan yang diperoleh Indonesia jika bawaan AS sedemikian banyak.


Kemudian jika mereka mendirikan Base Camp militer, bisa ditebak disekitar Base Camp pasti akan dikelilingi oleh penjual bakso, fried chicken gerobakan, tukang es kelapa muda, tukang semir, lapak VCD bajakan, sampai obral pakaian Rp.10.000 3 pcs, blm lagi para pengusaha komedi putar bakal ikutan mangkal di sekitar Base Camp AS tersebut.

Pistol Berkamera Dari Tahun 1938

Pistol berkamera mungkin tampak seperti trend terbaru saat ini, tapi ini bukan. Kita kembali ke tahun 1930-an, perancang bereksperimen dengan kamera film kecil yang ditempelkan pada sebuah revolver. Foto tersebut bertanggal 1938, merupakan foto dari Arsip Nasional koleksi foto sejarah Belanda. Kamera ini terhubung ke trigger (pemicu) revolver Colt.38. Ketika trigger ditarik foto juga akan terambil. Teorinya, pistol kamera ini untuk mendokumentasikan penembakan oleh polisi.


sumber : artileri.org

Alat Ini Bisa Membuat Garis Lurus Tanpa Perlu Penggaris

Kini, mmembuat sebuah garis lurus sangatlah mudah, tanpa perlu repot-repot menggunakan penggaris. Sebuah alat tambahan pada pena atau pensil, yang dapat membantu Anda menarik garis lurus. Desain produk yang baik ini, diciptakan oleh desainer Korea, bernama Giha Woo.



Disebut “Ball Limited”, alat ini dapat dengan mudah menempel pada setiap pena dan dapat membantu Anda menarik garis lurus, horizontal atau vertikal.


Sejarah Tentang The Flying Dutchman – Hantu Kapal

Menurut cerita rakyat, The Flying Dutchman adalah kapal hantu yang tidak akan pernah bisa berlabuh, tetapi harus mengarungi “tujuh lautan” selamanya. Flying Dutchman selalu terlihat dari kejauhan, kadang-kadang disinari dengan sorot cahaya redup. Banyak versi dari cerita ini. Menurut beberapa sumber, Legenda ini berasal dari Belanda, sementara itu yang lain meng-claim bahwa itu berasal dari sandiwara Inggris The Flying Dutchman (1826) oleh Edward Fitzball dan novel “The Phantom Ship” (1837) oleh Frederick Marryat, kemudian di adaptasi ke cerita Belanda “Het Vliegend Schip” (The Flying Ship) oleh pastor Belanda A.H.C. Römer. Versi lainnya termasuk opera oleh Richard Wagner (1841) dan “The Flying Dutchman on Tappan Sea” oleh Washington Irving (1855).


Beberapa sumber terpercaya menyebutkan bahwa pada abad 17 seorang kapten Belanda bernama Bernard Fokke (versi lain menyebut kapten “Ramhout Van Dam” atau “Van der Decken”) mengarungi lautan dari Belanda ke pulau Jawa dengan kecepatan luar biasa.
Ia dicurigai meminta bantuan iblis untuk mencapai kecepatan tadi. Namun ditengah pelayarannya menuju Cape of God Hope tiba-tiba cuaca buruk, sehingga kapal oleng. Lalu seorang awak kapal meminta supaya pelayaran dihentikan.